DKM Al Hikmah SMAN 20 Bandung

The Muslim Teenagers Of Al-Hikmah 20

Api dan Asap

leave a comment »

Suatu ketika, ada sebuah kapal yg tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tak ada awak yg tersisa, kecuali satu orang yg berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pd pria ini. Dia terdampar pd sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.

Dia terus berdoa pd Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yg datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yg mau melewatinya.

Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya ruman-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dgn cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yg lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dgn tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena perapian yg lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, “Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa?… Mengapa?”. Teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba…terdengar peluit yg ditiup. Tuittt…..tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yg datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, “Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini? Mereka menjawab, “Kami melihat simbol asapmu!!”

(HIKMAH)
Sahabat, sangat mudah memang bagi kita untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yg kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh. Namun, sahabat, agaknya kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab, Tuhan selalu ada pd hati kita, walau dalam keadaan yg paling berat sekalipun.

Dan ingatlah, saat ada “asap dan api” yg membubung dan terbakar dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi, itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu, dan mau menolongmu. Sebab, untuk semua hal buruk yg kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya. Tuhan Maha Tahu yg terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu.

silahkan mengambil hikmah2 yang lainnya

wallahu a’lam . .

sumber: kang zaeni ramdhan

Written by DKM Al Hikmah SMAN 20 Bandung

April 1, 2010 at 11:32 pm

Posted in Semua

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: